Terpopuler:

Cara Menanam Bibit Terong Ungu yang Benar

02 Juni 2020 - Kategori Blog

Sobat tani cerdas, tentunya kita sudah tidak asing dengan bibit terong ungu. Yups! Sayuran satu ini banyak penggemarnya di Indonesia atau di Negara Asia. Tidak hanya digandrungi kalangan orang tua, kini terong ungu juga digemari anak-anak muda.

Biasanya terong ungu (nama latin Solanum Melongena ) diolah menjadi berbagai olahan, mulai dari sambal terong, lodeh terong, tumis toreng dan lainnya. Sungguh nikmat bukan?

Secara genetik, tanaman terong memiliki kekerabatan dekat dengan tanaman kentang. Salah satu jenis terong ungu yang dibudidayakan adalah Mustang F1. Bibit terong ungu ini memiliki kelebihan, di antaranya tahan terhadap Virus Gemini dan bakteri Ralstonia solanacearum.

Secara struktur, ukuran buah terong ungu panjangnya bisa mencapai 27 cm, berdiameter 5 cm dan berat buah keras bisa mencapai 2,8 kgf. Bibit terong ungu cocok untuk ditanam di dataran rendah–menengah. Setiap cabang keluar buah, panen mulai umur 45 – 50 HST, produksi mencapai 50 sampai 60 ton per hektar.

Bibit Terong Ungu Mustang F1
1. Bibit bersertifikat;
2. Rekomendasi dataran rendah menegah;
3. Umur panen (HST) 52-55 hari;
4. Bobot perbuah 150-200 gr;
5. Potensi hasil (ha) 50-60 ton;
6. Daya tumbuh minimum 85%;
7. Kemurnian 99%;
8. Kadar air maksimal 7 %;
9. Isi bersih 400 butir.

Bagi sobat tani yang hendak menanam bibit terong ungu, sebaiknya memperhatikan proses berikut:

CARA MENANAM BIBIT TERONG UNGU

A. PERSIAPAN LAHAN
Tanah digemburkan dengan traktor atau alat pertanian lainnya, kemudian tanah disisir. Setelah itu, buatlah bedengan sementara dengan lebar ± 110 cm dengan jarak antar bedengan minimal sekitar 50 cm.

Pupuk kandang dan kapur ditaburkan di atas permukaan tanah dua minggu sebelum ditanam untuk bedengan seluas 25 m2. Berikut ini komposisinya:

bibit terong ungu

Campuran pupuk dasar diberikan sepuluh hari sebelum tanam dengan kebutuhan untuk luas bedengan 25 m2 (± 84 populasi) sebanyak 10 kg campuran pupuk di atas. Setelah itu bedengan langsung ditutup mulsa.

Agar lebih optimal pertumbuhannya, gunakan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan bawah dan warna perak untuk lapisan atas. Mulsa plastik sebaiknya dipasang pada siang hari sewaktu matahari sedang terik-teriknya sehingga mulsa plastik dapat ditarik (elastis) dan dikembangkan secara maksimal .

B. PERSEMAIAAN
Perlu diketahui sobat tani, bibit terong ungu termasuk lambat untuk berkecambah. Oleh karena itu, sebelum benih disemai alangkah baiknya bibit direndam air yang dicampur dengan fungisida 1,5 ml/l dan bakterisida 1 – 1,5 g/l atau dengan air hangat kuku (35oC – 40oC) selama setengah jam .

Setelah direndam benih ditiriskan kemudian disemai pada pot tray atau mini polybag dengan diameter 5 cm, bisa dibuat dari plastik es yang dipotong – potong atau daun pisang dengan media semai berupa tanah kering dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. Benih berkecambah setelah umur 7 – 10 hari setelah semai.

C. PENANAMAN
Bibit yang dipilih adalah yang sehat dan telah berumur 20 – 25 hari setelah semai. Sebelumnya bibit disiram agar tanah tetap utuh saat pindah tanam. Waktu penanaman sore hari dengan cara melepaskan bibit dari polybag dan usahakan tanahnya tetap utuh. Jarak tanam dalam barisan 50 cm dan antar barisan 70 – 80 cm.

D. PEMELIHARAAN
1. Pemupukan
Pupuk susulan diberikan dengan sistem kocor, dengan dosis 1 ember (13 L) air untuk 50 tanaman ditunjukkan pada tabel berikut :

bibit terong ungu

2. Perempelan
Perempelan dilakukan dengan menghilangkan tunas bakal percabangan yang keluar di ketiak daun (tunas/cabang air) di bawah cabang “V” dengan menggunakan tangan yang bersih. Sisakan 2 – 3 tunas/cabang secara selektif yang paling sehat. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari ketika batang atau tunas tersebut masih mudah dipatahkan.

3. Perlakuan tanaman
Pemasangan ajir atau turus dilakukan setelah tanaman selesai ditanam di bedengan. Tinggi ajir atau turus yang digunakan adalah 1,5 – 2 meter, bagian bawah yang dimasukkan ke dalam tanah 25 cm. Ajir atau turus dipasang miring ke luar (model “V”). Pemasangan ajir dilakukan di setiap tanaman dengan jarak sekitar 10 cm dari batang tanaman. Setelah ajir atau turus dipasang, tanaman harus segera diikatkan di ajir atau turus tersebut dengan menggunakan tali rafia. Cara mengikatnya menggunakan simpul yang berbentuk angka delapan (“8”). Pengikatan tanaman dilakukan pertama kali di batang. Namun, setelah tanaman mengalami penambahan tinggi, pengikatan dilakukan di percabangan pertama.

E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Pengendalian hama dan penyakit yang diterapkan bersifat preventif dengan menyemprotkan pestisida secara teratur. Penyemprotan mulai dilakukan pada umur tanaman ± 1 MST menggunakan pestisida sesuai sasaran hama/penyakit & konsentrasi/dosis anjuran dengan jarak waktu semprot (interval penyemprotan) 4 hari. Penyemprotan dilakukan lebih intensif lagi jika terjadi hujan.

F. PEMANENAN
Untuk pemanenan, terong sebaiknya dipanen ketika buah masih muda, sekitar umur 50 – 55 hari setelah tanam. Kriteria buah yang baik adalah dagingnya belum keras dan warna buah mengkilap.

Waktu yang paling tepat untuk melakukan pemanenan adalah pagi atau sore hari sehingga buah tetap segar. Jangka waktu pemanenan sekitar seminggu dua kali, hasil yang diperoleh per tanaman bisa mencapai 21 buah atau 55 – 65 ton dalam satu hektar.

 

Tertarik berbudidaya benih terong ungu? Hubungi tim pertanian kami di nomor: 087865602228.

 

Salam Petani Cerdas!

 

EMBRIO MULTI AGRO
——————————-
Web: embriostore.com
Email: embriostoreid@gmail.com
FB: Embrio Store
Twitter: @embriostore
IG: @embriostoredotcom
——————————-
Sedia! Bibit kelapa kopyor kultur jaringan, kelapa hibrida, kurma kuljar, pisang kuljar, durian, pupuk organik? Kunjungi web kami: Embriostore.com

Benih Terong Ungu

Facebook Comments

, , , , , , , , , , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp

 
Chat via Whatsapp