Terpopuler:

Cara Praktis Menanam Benih Pare Opal F1

18 Juni 2020 - Kategori Blog

Benih Pare Opal F1 – Berbicara mengenai paria, pare, atau dalam nama latin Momordica Charantia, secara alur genetik sayuran ini berasal dari keluarga sayuran cucurbitaceae. Sayuran yang mempunyai rasa pahit ini, maka kita akan berbicara sayuran yang awalnya diperkirakan dari kawasan tropis di Asia bagian Selatan sejak ratusan tahun lalu (abad ke-16), sayuran ini ditanam di kawasan India dan Cina. Tanaman ini kemudian menyebar ke beberapa negara di Asia. Paria kemudian juga menyebar ke Afrika, Amerika hingga ke Karibia.

Dalam catatan sejarah pertanian, ahli Botani China bernama Li pada 1578 M, menuliskan bahwa paria dibudidayakan petani di Cina Selatan. Di kawasan tersebut, ditanam berbagai macam sayuran, di antaranya paria termasuk dalam sayuran penting.

Sementara Pusat Herbarium Nasional di Amerika serikat mencatat, penyebaran paria ke Benua Amerika (Puerto Rico) dan wilayah Afrika Barat, diyakini terjadi saat masa perdagangan budak pada 1885. Paria kemudian berkembang di Amerika tropis dan Amerika Serikat bagian selatan. Saat itu, di Amerika Serikat juga terdapat beberapa petani membudidayakan paria pada skala kecil menggunakan kultivar lokal yang berasal dari Asia.

Paria hibrida berwarna hijau gelap mengkilap dengan cucuk buah yang mulus. bentuk buah sangat sesuai untuk pasar Jawa Barat. Cocok untuk ditanam di dataran rendah – menengah. panjang buah sekitar 26 cm. tanaman vigor dan mampu dipanen sampai umur tua. Percabangan banyak dan mulai dipanen di umur 42 HST.

 

Spesifikasi Benih Pare Opal F1

benih pare opal f1

1. Nomor SK Kementan: 359/Kpts/LB.240/6/2004
2. Rekomendasi Dataran: Rendah
3. Ketahanan Penyakit*:
4. Umur Panen (HST)*: 42 – 45
5. Bobot per Buah (g)*: 350 – 450
6. Potensi Hasil (ton/ha)*: 35 – 40
7. PVT: –
8. Isi bersih 15 butir

Cara Berbudi Daya Benih Paria Opal F1

A. PERSIAPAN LAHAN
Sebelum benih ditanam, lahan dilakukan tiga sampai empat minggu sebelum tanam yaitu dengan mengemburkan, membajak, membolak-balikkan, atau mencangkul tanah.

Tujuan persiapan lahan agar struktur tanah diperbaiki, memperbaiki aerasi tanah, mendekomposisikan gulma, dan mempermudah membentuk bedengan. Tanah yang telah diolah, kemudian dibuat guletan/parit dengan lebar antara 110 – 120 cm, tinggi guletan/parit 30 – 50 cm, jaraknya antara 40 – 60 cm.

Untuk menyuburkan tanah. Berikan pupuk kandang dengan dosis 1 kg per lubang tanam. Kapur pertanian diberikan apabila pH tanah kurang dari 6 dengan dosis 2 ton/ha.

 

B. PERSEMAIAAN
Benih pare opal F1 disemai di media tanam, media ini dibuat dengan mencampur tanah dan kompos dengan perbandingan 2 : 1 lalu dimasukan dalam polybag. Hal penting yang perlu diperhatikan pada saat menyemai adalah:

• Bagian samping/tepi benih paria kulitnya dipangkas/dipotong;
• Direndam dalam air selama 24 jam;
• Diperam dalam kertas koran atau kain yang lembut;
• Setelah berkecambah ditanam pada media polybag yang disediakan dengan kedalaman 2/3 benih atau ditanam langsung ke lapang;
• Persemaian ditutup dengan kertas atau karung goni sampai berkecambah ke atas dan untuk di lahan langsung ditutup;
• Persemaian disiram setiap pagi dan sore;
• Bibit siap tanam umur 12-15 hari.

 

C. PENANAMAN
Ada dua sistem penanaman pare atau paria, yaitu:
1. Penanaman tanpa persemaian
Benih yang berkecambah saat diperam kemudian ditanam langsung di lahan tanpa disemai dulu. Tanam kecambah 2/3 bagian dan ditutup dengan pelepah pisang sampai kecambah ke atas.
2. Penanaman dengan persemaian
Benih hasil peraman disemai dulu dalam polybag selama 15 hari, benih pare opal F1 berdaun 2-4 helai baru ditanam dengan mengunakan pola jarak tanam.

 

D. PEMELIHARAAN
1. Penyulaman
Dilakukan secepat mungkin jika ada tanaman yang mati untuk mendapatkan keseragaman pertumbuhan. Paling lambat satu minggu setelah tanam.
2. Pengairan
Dilakukan terutama pada musim kemarau setiap 3 – 5 hari sekali atau tergantung kondisi tanaman.
3. Pemupukan
Diberikan pada umur 1 minggu setelah tanam berupa Urea 5 g/tan, KCL 4 g/tan dan SP-36 4 g/tan. Selanjutnya diberikan 2 minggu sekali dengan jenis dan dosis yang sama. Pupuk daun dapat diberikan 1 minggu sekali.
4. Pemasangan turus
Apabila pemberian rambatan terlambat maka akan berpengaruh pada produksi. Untuk mengatasi ini harus dipasang turus agar menopang atau mempermudah tanaman merambat. Sistem perambatan yang digunakan adalah:

Sistem tunggal, pada tiap-tiap barisan dipasang turus berdiri sejajar kearah samping dan diujung dipasang bambu penguat yang dihubungkan dengan kawat.
Sistem ganda, 2 baris tanaman digabungkan antara sisi kanan dan kiri. Sistem ini membutuhkan bambu yang relatif banyak.

Sistem para-para, sistem ini cukup efektif dibuat dan akan memberikan hasil atau produksi yang cukup dibandingkan dengan dua sistem sebelumnya, tetapi membutuhkan bambu yang banyak.

 

E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Ulat daun
Pada daun terdapat bekas gigitan. Pengendalian dilakukan dengan menyemprot insektisida Confidor, Tokuthion, Decis, Pegasus, Curacron dan sebagainya.
2. Lalat buah
Larva lalat buah atau ulatnya menyerang buah muda kemudian menggerogoti buah hingga besar, akhirnya buah menjadi busuk. Pengendalian dilakukan dengan menyemprot tanaman dengan insektisida seperti pada ulat daun.
3. Busuk batang
Disebabkan oleh jamur Fusarium, gejalanya terdapat busuk pada batang yang mengakibatkan tanaman layu dan akhirnya mati. Pengendaliannya dengan membuat drainase yang baik, fungisida yang dapat digunakan Preficur N, Dithane dan sebagainya.

 

F. PEMANENAN
Tanaman paria dapat mulai dipanen pada umur 50 – 60 HSS (Hari Setelah Semai), atau umur 45 – 50 HST (Hari Setelah Tanam). Pemanenan dapat dilakukan setiap 3 – 5 hari sekali, buah yang dipetik tergantung pada kebutuhan pasar.

Tertarik berbudi daya Benih Pare Opal F1? Konsultasikan dan hubungi tim ahli pertanian kami di nomor: 087865602228.

 

Salam Petani Cerdas!

 

EMBRIO MULTI AGRO
——————————-
Web: embriostore.com
Email: embriostoreid@gmail.com
FB: Embrio Store
Twitter: @embriostore
IG: @embriostoredotcom
——————————-
Sedia! Bibit kelapa kopyor kultur jaringan, kelapa hibrida, kurma kuljar, pisang kuljar, durian, pupuk organik? Kunjungi web kami: Embriostore.com

Facebook Comments

, , , , , , , , , , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp

 
Chat via Whatsapp