Terpopuler:

Manfaat Pupuk Organik Untuk Pertanian dan Perkebunan

16 April 2020 - Kategori Blog

Penelitian dunia pertanian modern membuktikan bahwa pupuk organik memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pupuk kimiawi atau sintetis. Dalam artikel ini, Tim Embrio akan berbagi banyak hal seperti apa itu pupuk organic? Apa saja manfaat  pupuk organik? Bagaimana cara membuatnya? dan bagaimana cara pengunaannya? Simak ulasannya.

Pengertian pupuk organik

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan materi makhluk hidup mikro, seperti dari sisa pelapukan tanaman, hewan, atau manusia.

Jenis-jenis pupuk alami

Jenis-jenis pupuk alami dibedakan dari segi bahan baku, metode pembuatan, dan bentuk fisiknya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya.

1. Pupuk hijau
Pupuk Hijau merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari bahan tanaman atau tumbuhan hijau. Tanaman yang dimanfaatkan sebagai pupuk hijau bisa berasal dari tanaman hasil sisa panen atau tanaman biasa yang dimanfaatkan sebagai pupuk.

Pada dasarnya, semua jenis tanaman bisa dijadikan bahan untuk pupuk hijau. Namun, jenis kacangan-kacangan lebih sering digunakan karena tanaman ini memiliki kandungan nitrogen yang cendering lebih tinggi dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Selain itu, kacang-kacangan juga mudah terurai sehingga penyediaan hara menjadi lebih cepat. Pupuk jenis ini juga dipakai karena efektif untuk membantu meningkatkan kualitas dan produktivitas tanah sebagai media tanam tumbuhan.

2. Pupuk Kompos
Lain halnya dengan pupuk kompos. Pupuk ini berasal dari sisa bahan organik tumbuhan, hewan, dan limbah organik lainnya yang diolah dengan cara dekomposisi atau fermentasi. Untuk membuat pupuk kompos digunakan proses biologis dengan bantuan mikroorganisme aktif seperti jamur, bakteri, atau kapang atau bisa juga oleh makroorganisme seperti cacing tanah.

3. Pupuk Kandang
Salah satu pupuk organik yang lazim dipakai petani, mudah perolehannya serta murah harganya yaitu pupuk kandang. Bahan utama pupuk ini berasal dari kotoran hewan ternak maupun unggas seperti sapi, kerbau, domba, kambing, kuda, dan ayam.

Pupuk kandang memiliki dua jenis berdasarkan suhu dan proses penguraiannya, yaitu pupuk dingin dan pupuk panas. Perlu diingat jangan langsung memakai kotoran hewan ternak secara langsung karena bahan kotoran harus diolah terlebih dahulu supaya menjadi pupuk kandang.

Dibandingkan jenis pupuk organik lainnya, jenis pupuk ini efektif untuk menyuburkan tanah dan tumbuhan karena mengandung banyak unsur hara atau nutrisi makro seperti fosfor (F), nitrogen (N), dan kalium (K), serta unsur mikro seperti magnesium (Mg), sulfur (S), kalsium (Ca), besi (Fe), natrium (Na), molibdenum, dan tembaga (Zu).

4. Pupuk Humus
Pupuk humus adalah unsur organik yang berasal dari proses dekomposisi atau pelapukan dari daun-daunan dan ranting tanaman yang membusuk. Selain dedaunan dan ranting pohon yang berjatuhan, untuk membuat humus diperlukan bahan baku seperti limbah dari pertanian dan peternakan, makanan, kayu, atau sampah rumah tangga.

Humus dapat membantu meningkatkan kadar air tanah, mencegah erosi, serta mempercepat proses penghancuran senyawa beracun dalam tanah.

Bentuk Pupuk Organik

Secara bentuk, pupuk alami ada yang berbentuk padat (serbuk, granul, atau tablet) atau cair. Pupuk ini mempunyai fungsi untuk memperbaiki sifat fisika, kimiawi, dan biologis tanah. Pupuk ini mengandung banyak bahan organik dari pada kadar haranya. Bahan pupuk alamiah ini berasal dari kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (seperti jerami, bagas tebu, brangkasan, tongkol jagung, dan serabut kelapa) atau bisa juga berasal dari limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah hijau).

1. Pupuk Organik Cair
Pupuk Organik Cair adalah larutan yang mengandung satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman yang mudah larut. Kelebihan pupuk cair yaitu pada kemampuannya untuk memberikan unsur hara pada tanaman sesuai dengan kebutuhannya. Pemberian pupuk cair juga dapat dilakukan dengan lebih merata dan kepekatannya dapat diatur dengan mudah sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman.

2. Pupuk Organik Padat
Pupuk organik padat adalah pupuk yang keseluruhan atau sebagian besarnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman atau kotoran hewan yang berbentuk padat. Pupuk alami padat cenderung lebih stabil dibandingkan dengan pupuk organik cair. Sementara pupuk alami padat dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama sebelum digunakan, pupuk orgnik cair sebaiknya segera digunakan setelah selesai dibuat. Untuk penggunaannya pun, pupuk alami padat lebih ditujukan untuk menutrisi lewat sistem perakaran tanaman, sehingga pupuk ini akan ditanam atau ditaburkan di permukaan tanah. Sedangkan pupuk cair dapat diberikan baik untuk menutrisi daun, batang maupun akar, dengan pengaplikasian yang disesuaikan dengan tujuannya.

Keunggulan dan manfaat pupuk organik

Keunggulan dan manfaat pupuk organik dibandingkan pupuk lainnya, di antaranya:

  • Meningkatkan produktivitas tanaman;
  • Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun;
  • Menggemburkan dan menyuburkan tanah;
  • Meningkatkan kualitas dan produktivitas tanah;
  • Menjaga kesuburan dan kelembapan tanah;
  • Mengaktifkan kandungan unsur hara pada tanah sebagai nutrisi baik untuk tumbuhan;
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation tanah;
  • Menambah daya tahan dan daya serap air pada tanah;
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur;
  • Mendukung perkembangan mikroorganisme yang membantu untuk meningkatkan aktivitas biologi tanah;
  • Mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah ingkungan;
  • Mengurangi intensitas penggunaan pupuk sintetis kimia dan pestisida;
  • Menghindari ancaman kerusakan tanaman.

Kekurangan pupuk organik

  • Pupuk organik yang berasal dari bahan pupuk kandang seringkali mengandung biji-bijian tanaman pengganggu yang berasal dari sisa biji-bijian yang tidak tercerna hewan ternak sehingga dapat tumbuh mengganggu tanaman;
  • Pupuk organik sering menjadi faktor pembawa hama penyakit dan menyerang tanaman karena mengandung larva atau telur serangga;
  • Penerapan hasil bioteknologi, seperti pupuk mikroba masih jarang digunakan sehingga penambahan jumlah mikroorganisme dalam tanah kurang optimal;
  • Kandungan unsur hara dalam pupuk organik sulit diprediksi sehingga membutuhkan penelitian kandungannya di laboratorium;
  • Respons tanaman terhadap pupuk organik lebih lambat, karena pupuk organik bersifat slow release sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk diserap tanaman;
  • Jika pupuk kompos yang diberikan masih mentah maka bahan organik akan diserang oleh mikroba lain sehingga unsur hara tanaman menjadi berkurang karena “dimakan” oleh mikroba-mikroba dari kompos mentah.

Cara membuat membuat pupuk organik cair dan padat

Pupuk organik pada dasarnya bisa dibuat dalam skala kecil atau rumah. Untuk pupuk organik cair bisa dibuat melalui proses pengomposan atau fermentasi bahan organic dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Pupuk ini kemudian dilarutkan ke dalam cairan.

Untuk pembuatan pupuk alami padat, dibuat dengan cara menghancurkan dulu bahan-bahan pupuk, kemudian ditimbun berlapis-lapis sekitar 20-30 cm setiap lapis dan ditutup oleh terpal hingga pupuk matang dan siap pakai.

Perlu diketahui, walaupun terlihat mudah membuat pupuk ini, dibutuhkan ketelatenan dan unsur-unsur bahan harus ditakar secara cermat, selain itu waktu yang dibutuhkan membuat pupuk ini perlu dipertimbangkan karena perhitungan waktu secara tepat. Oleh karena itu, Tim Embrio merekomendasikan pengunaan pupuk super seperti Eco Farming karena pupuk ini efektif, efisien, stock tersedia selalu dan dari sisi pengunaanya sangat mudah serta kandungannya lengkap seperti mengandung unsur hara mikro, unsur sekunder, dan unsur makro yang sangat dibutuhkan oleh tanah dan tanaman.

Manfaat pupuk organik Eco Farming untuk berbagai keperluan pertanian dan perkebunan Anda

Pupuk Eco Farming bisa digunakan untuk tanaman sayuran, padi sawah, buah naga, buah durian, buah strawberry, sawit, terong, jagung, jagung hibrida, jagung manis, bawang merah, tanaman hias, bunga. Pupuk Eco Farming mampu memenuhi 13 unsur hara yang dibagi menjadi unsur hara mikro (CI,Mn,Fe,Cu,Zn,B,Bo), unsur sekunder (S,Ca,Mg), dan unsur makro (N,P,K) yang di butuhkan berbagai tanaman menjadi solusin terbaik bagi para petani untuk memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang bagi ntanamannya. Selain itu unsur hara yang terdapat di pupuk ini sudah teruji secara klinis, takarannya pun pas sehingga boleh menjadin pupuk utama para petani untuk meningkatkan hasil taninya.

manfaat pupuk organik, pupuk organik untuk padi sawah, pupuk kandang untuk padi sawah, pupuk organik untuk bawang merah, pupuk kandang untuk bawang merah, pupuk organik untuk cabe, pupuk organik untuk cabe rawit, pupuk organik untuk buah tin, pupuk organik untuk buah naga, pupuk organik untuk buah durian, pupuk organik untuk hidroponik, pupuk organik cair untuk hidroponik, pupuk organik untuk jagung, pupuk organik untuk jagung hibrida, eco farming, ecofarming

Eco Farming relatif aman untuk lingkungan dikarenakan tidak adanya lagi bahan kimia melainkan cuma perlu menggunakan bahan organik.Pengeluaran petani bisa digunakan untuk keperluan lain dan bisa lebih hemat contohnya pupuk pupuk sintetis dan pestisida yang berbahan kimia tidak perlu dibeli karena dengan adanya Eco Farming yang memanfaatkan limbah peternakan sebagai pupuk organik dan tentunya lebih tidak mencemari ekosistem sekitar ketimbang menggunakan pestisida ataupun pupuk sintetis. Pengeluaran pembelian alat alat berteknologi canggih tidak diperlukan jika adanya Eco Farming dan lebih bersifat ekonomis.Kesuburan tanah bisa tercapai dikarenakan adanya pengurangan pembelian alat-alat berteknologi yang berupa traktor bisa berpotensi merusak tanah. Dengan adanya Eco Farming, maka hal itu bisa tercegah dan kesuburan tanah bisa tercapai tanpa adanya traktor.

Cara Pengunaan Eco Farming

Berdasarkan hasil riset kami di lapangan, tim Embrio sangat merekomendasikan pengunaan pengunaan pupuk super Eco Farming, terutama untuk merevitaliasi lahan Anda sehingga menjadi gembur dan subur. Manfaat pupuk organik Eco Farming efektif digunakan seminggu sebelum masa tanam. Pupuk Eco Farming ini bersifat sistemik dan akan terasa optimal setelah masa 3 tahun pengunaan dengan catatan pengunaan pupuk kimia dikurangi.

Untuk penggunaannya, 1 dus Ecofarming bisa untuk penyemprotan lahan seluas 1 Hektar dengan dosis, 1 botol untuk 140 liter air. Caranya yaitu dari 1 botol, dilarutkan ke dalam 1 liter air, dari satu liter dibagi sepuluh (100 ml) untuk 1 tangki (14 liter air)

Dapatkan manfaat pupuk organik Eco Farming di CV. Embrio Multi Agro, harga termurah dan dijamin asli.

 

 

Unduh Ebook Manfaat Pupuk Organik di sini.

unduh ebook pertanian gratis

 

Salam Petani Cerdas!

Baca Juga :

Bahan Baku Pembuat Pupuk Cair Organik

Keunggulan Pupuk Organik DI Grow

Keunggulan Pupuk Cair DI Grow Dibanding Pupuk Lainnya

Aplikasi Pupuk Untuk Padi Dengan DI Grow

Kehebatan Pupuk Organik Tanaman DI Grow

MANFAAT PUPUK ORGANIK DI GROW

Cara Aplikasi Pupuk D.I. Grow di Lahan

Pupuk Terbaik Untuk Bertanam Buah Naga

Pupuk Perangsang Pada Masa Pembibitan Buah Naga

Pakai Pupuk Organik Cair Hasil Pertanian Lebih Tokcer?

 

Penulis: Adrie Noor

——————————-

EMBRIO MULTI AGRO

Web: embriostore.com
Email: embriostoreid@gmail.com
FB: Embrio Store
Twitter: @embriostore
IG: @embriostoredotcom

——————————-

Sedia! Bibit kelapa kopyor kultur jaringan, kelapa hibrida, kurma kuljar, pisang kuljar, durian, pupuk organik? Kunjungi web kami: Embriostore.com

Facebook Comments

, , , , , , , , , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp

 
Chat via Whatsapp